blog-image

Hari ini 19 Desember 2017, merupakan peringatan Hari Bela Negara yang dilaksanakan serentak di seluruh pelosok tanah air. Kepada seluruh rakyat diharapkan dapat melakukan aksi nyata dalam pembelaan negara, khususnya para generasi muda-generasi milenial untuk senantiasa kritis terhadap upaya memecah belah bangsa, merendahkan martabat bangsa dan senantiasa waspada terhadap upaya infiltrasi ideologi dengan cara yang sangat halus dan kekinian yang ingin merubah atau menggantikan pancasila dan ingin memecah belah NKRI. Demikian disampaikan Wali Kota Mojokerto, Mas’ud Yunus, membacakan sambutan Presiden RI, saat menjadi Inspektur Upacara peringatan hari bela negara Selasa, (19/12) yang digelar di halaman kantor Pemerintah Kota Mojokerto. Meskipun tugas bela negara adalah tugas yang berat, tapi Wali Kota berharap dengan semangat persatuan, kerja keras dan perjuangan bersama, tugas sejarah itu bisa kita pikul bersama. Mas'ud mengatakan, peringatan Hari Bela Negara merupakan kesempatan untuk mengingatkan semua pihak, termasuk dirinya bahwa kemerdekaan Indonesia diraih lewat perjuangan semesta. "Semua terlibat dalam pembelaan negara dan itu berjalan selama kemerdekan 72 tahun. Bahkan kalau kita lihat jauh sebelum negara ini berdiri, pejuang-pejuang bangsa sudah banyak bermunculan," katanya. Ia mengatakan, tantangan saat ini adalah menyelesaikan kemiskinan, ketimpangan, dan keadilan agar bisa menjadi bagian dari dunia. Oleh karena itu, peringatan bela negara ini menjadi kesempatan untuk menyadari apa yang sudah dibuat bagi negara dan bangsa. "Bela negara tidak hanya diartikan sebagai warga perjuangan fisik, tidak hanya kegiatan keamanan dan pertahanan, tapi diartikan di semua aspek. Karena itu bagi anak muda agar beraktivitas dengan karya-karya yang inovatif sehingga membuat negara lebih maju dan sejahtera," katanya. Upacara Hari Bela Negara ini dihadiri para pejabat dan ASN di lingkungan Pemkot Mojokerto, serta jajaran Forkopimda. (Rr-Humas