blog-image

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan tahun 2019 Mojokerto akan dialokasikan sebanyak 20 ribu Sambungan Rumah Tangga (SR) Jaringan Gas. Hal itu disampaikan saat peresmian Jaringan gas untuk rumah tangga Kab/Kota Mojokerto , jumat 9/2/2018.  Jumlah tersebut rencananya dialokasikan untuk Kota Mojokero sebanyak 10 ribu SR dan Kabupaten dengan jumlah yang lebih karena wilayahnya lebih luas dariKota Mojokerto.

Pernyataan itu tentu saja disambut gembira oleh para pejabat pengambil kebijakan dan forum pimpinan daerah baik dari Kabupaten dan Kota Mojokerto.  Tahun 2018 ini Kementrian belum mengalokasikan untuk Kab/Kota Mojokerto, namun tahun 2019 Menteri berjanji akan mengalokasi kan dana tersebut.  Mengingat minat masyarakat sangat besar untuk menfaatkan sumber daya alam milik negeri senderi. Tahun 2017 Kota Mojokerto telah mendapatkan bantuan sebanyak 5000 SR dan 5101 SR untuk Kabupaten Mojokerto.  Pembangunan Jargas merupakan salah satu wujud efektifitas pemanfaatan dana APBN yang harus dirasakan lagsung oleh masyarakat, terutama lapisan menegah kebawah.

Pemerintah memberikan pemanfatan dana APBN  untuk pembangunan jargas bagi rumah sederhana,rumah susun  sederhana dan daerah lain yang tersedia pasokan gasnya, sementara untuk Mojokerto sumber gas berasal dari selat Madura.  Pemerintah akan terus berkomitmen mendorng dan mempercepat program Jargas di setiap daerah.

Pemanfaatan gas bumi ini tebukti sangat efisien , lebih mudah,praktis, dan mengalir 24 jam penuh tanpa takut kehabisan. Padahal sebelumnya masyarakat sempat terjadi pro dan kontra, ada kekawatiran terjadi kebakaran dan dampak lainnya. “Walaupun dibangun secara gratis banyak masyarakat yang menolak, namun setelah terbuki hasilnya maka masyarakat mulai berebut untuk melakukan penyambungan.  Jaringan gas bumi untuk rumah tangga  ini memiliki banyak keunggulan.  Gas yang dialirkan melalui pipa ke rumah-rumah tangga merupakan gas alam (natural gas) yang sangat bersih. Dibanding dengan LPG 3 Kg, jargas ini lebih aman karena tekanannya lebih rendah.  Apabila terjadi kebocoran gas langsung naik keatas udara bebas.

Selain itu keunggulan lain adalah penghematan, baik dari sisi konsumsn maupun pemerintah.  Untuk ini masyarakat dapat menghemat sampai dengan 36 % sekaligus ,menghemat subsidi pemerintah terhadap LPG 3.

Pada kesempatan tersebut dilaporkan oleh Ego Syahrial Plt. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi bahwa,  jaringan gas bumi yang dibangun mulai tahun 2009 sd. Tahun 2017yang dibangun dengan dana APBN sebanyak 235 ribu 925 SR tersebar di 15 Kecamaan dan 31Kab/Kota diIndonesia. Untukpelaksnaanya Pemerintah telah menugaskan PT.Pertaminaa (Persero) mulai tahap pembangunan sampai dengan pengoperasiannya di 7 (tujuh) Kota.  Sedangkan PT.PGN (Persero) Tbk mendapatkan penugasan dari Pemerintah untuk mengoperasikan 8 (delapan) jaringan gas bumi yang telah dibangun oleh Ditjen Migas.  Kemudian penugasan yang diberikan oleh Kementerian ESDM kepada PT  PGN juga mulai dari tahap pembangunan sampai dengan pengoperasian di 7 (tujuh) Kab/Kota dari tahun 2016 sampai dengan sekarang.

Walikota Mojokerto KH. Mas’ud Yunus hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada Menteri ESDM yang sudah memberikan bangunan Jargas untuk rakyat yang dicintainya. Selajutnya juga berharap rumah tangga yang belum tersentuh akses tersebut mendapatkan perhatian.  Menyinggung masalah penghematan dirinci oleh Walikota bahwa setiap bulannya warga Kota bisa menghemat sebesar 5 ribu rupiah per Rumah tangga sehingga ada penghematan sebesar 275 juta rupiah/bulan atau 3 Miliard lebih setiap tahun. Mendengar rincian yang logika tersebut disambut aplous oleh Menteri dan seluruh undangan yang hadir.  Hal ini tentu semakin membanggakan bagi Pemerintah khususnya Kementerian ESDM , mengingat apa yang menjadi kebijakan yang dibangun ini membuahkan hasil dan memberikan manfaat yang besar untuk kesejahteraan rakyat. 

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Bupati Mojokerto Ipung Kasiadi, bahwa setelah 5 ribu 101 SR yang dibangun pada tahun 2017 masih ada sekitar 265 ribu KK yang berharap dapat fasilitas tersebut. Untuk ini pihak Menteri menjanjikan akan mengalokasikan untuk Kabupaten Mojokerto tahun 2019 sebanyak  11 ribu SR.

Usai kegiatan seremonial, selanjutnya rombongan Menteri  didampingi Walikota dan Wakil Bupati serta jajaran forum Pimpinan Daerah Kab/Kota melihat jaringan gas yang sudah bisa mnghasilkan bahan bakar di kompor milih warga yang ada di Kelurahan Surodinawan.  Dari hasil jajak pendapat dengan warga mayoritas warga merasa senang dapat memanfaatkan gas bumi ini.  “ Pakai Jargas pati puas”.  Motto itu tampaknya bukan hanya sekedar slogan saja, lantaran sejumlah perwakilan warga dari Kabupaten Mojokerto dihadirkan untuk berdialog langsung dengan Menteri ESDM.  Menyananyakan terkait fasilitas layanan dan pengaduan,  Menteri meminta agar petugas dengan cepat menyelesaikan jika ada ganggunan atau keluhan dari masyarakat saat terjadi gangguan baik secara teknis maupun non teknis.(ri)