blog-image

SMA Negeri I Kota Mojokerto dapat julukan langganan juara. Betapa tidak, setiap kali ada event lomba selalu meraih juara. Bahkan sering kali meraih penghagaan lebih dari satu dalam event yang sama.  Terlebih lagi Lomba Cerdar Cermat Revitalisasi  dengan 4 (empat) konsensus Nasional yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.  Untuk kompetisi yang satu ini SMA Negeri I selalu unggul dan terpilih sebagai duta Kota Mojokerto untuk mengikuti perlombaan baik tingkat Provinsi maupun Nasional.

Sehingga sangatlah tepat SMA N I disebut sebagai langganan juara, dan untuk LCC ini menjadi branding kejuaraan.  Terhitung sejak tahun 2003 lomba ini digelar oleh pemerintah,  sekolah yang berada di kawasan perbatasan ini selalu dapat point teratas. Bagaimanakah kunci sukses yang dilakukan oleh para siswa dan pembinanya ? Reporter palapa penasaran dan akhirnya melakukan wawancara dengan salah satu Pembina di sekolah ini. Menurut Pristio guru Fisika menuturkan, Lomba Cerdas Cermat Revitalisasi bagi siswa-siswi SMA/SMK Se-Kota Mojokerto Tahun 2018 dengan tema 4 Konsensus Nasional  yaitu Pancasila, UUD'45, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika rutin setiap tahun diselenggarakan oleh  Badan Kesatuan Bangsa & Politik (BAKESBANGPOL) Kota Mojokerto.

Bagi siswa-siswi SMK N I, untuk mencapai sukses dalam menghadapi pertarungan ini,  memang harus  memiliki persiapan yaitu belajar dilakukan setiap hari. “saya kira belajar setiap hari bukanlah hal yang aneh, karena bisa dilakukan oleh setiap anak” kata guru Pembina. Akan tetapi belajarnya tidak cukup di sekolah, anak-anak juga melanjutkan belajar di rumah sang Pembina. Mungkin dari itulah anak-anak semakin matang dalam memiliki persiapan-persiapan.  Saat belajar bersama-sama, bukan hanya materi consensus yang dipelajari ada hal lain yang tidak boleh terlewat yaitu  pembinaan mental dan muatan materi dilakukan secara terus-menerus, menanamkan nilai-nilai keimanan, ketaqwaan dan sikap percaya diri dalam setiap materi yang diajarkan serta selalu berdoa

Sehingga walau setiap tahun berganti pemain, namun mereka tetap memiliki kesiapan yang sama. Strategi  yang diterapkan seperti ini sangat efektif, sehingga tidak ada kesulitan lagi jika harus memilih duta baru sebagai kader penerus sekolah. Dapat memilih atau menyeleksi secara tepat bukanlah hal yang mudah. Pristio menggali minat dan bakat anak-anak yang memiliki keinginan untuk maju dan berprestasi dan mengubah hidup dalam masa depannya. Dapat disimpulkan bahwa kunci sukses menurut  Pristio adalah integritas, menguasai materi, percaya diri, dan selalu meminta doa kepada kedua orang tua. Oleh karena itu selaku  Pembina berharap bahwa,penguasaan materi bukan hanya untuk kepentingan lomba akan tetapi  dapat mengamalkan nilai-nilai dari 4 Konsensus dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat menjadi generasi penerus bangsa yang lebih baik, pungkasnya.(ri)