blog-image

Bakesbangpol Kota Mojokerto dalam rangkaian kegiatan pemantauan pelaksanaan Pilkada Kota Mojokerto adalah dengan melakukan hitung cepat atau lebih populer dengan istilah quick count. Terkait dengan hal tersebut hari Sabtu (23/6/2018) bertempat di Gedung Pertemuan Tim Penggerak PKK, Jalan Hayam Wuruk, Bakesbangpol menggelar kegiatan Pembekalan Teknis Tim Relawan Pemantauan Logistik dan Hitung Cepat Pilkada Serentak Tahun 2018.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Mojokerto, Anang Fahruroji, S.Sos. M.Si, dalam sambutan pembukaan mengatakan mengapa pemantauan lewat perhitungan cepat perlu dilakukan karena untuk memprediksi dan penyampaian hasil pilkada secara cepat akan mengurangi potensi terjadinya iklim politik yang tidak menentu dan yang paling penting untuk mencegah terjadinya kecurangan. Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap proses pilkada dan hasil akhir serta dapat membuat hasil pilkada memiliki kualitas yang lebih baik dan keabsahan yang tinggi.

Adapun pembekalan Teknis Tim Relawan pemantauan logistik adalah untuk memberikan pemahaman kepada para pengimput data tentang tata cara dan aturan yang berlaku serta meningkatkan peran aktif tim relawan pemantauan logistik dalam mengimput data hasil pilkada serentak tahun 2018. Melalui pembekalan ini Anang berharap para pengimput data menjadi lebih mengerti secara global sehingga dapat menjalankan tugasnya dilapangan dengan baik dan benar.

Soegeng Rijadi Prajitno, SH, Kepala Bidang Politik Dalam Negeri menyampaikan kegiatan pembekalan teknis tim relawan pemantauan logistik dan hitung cepat pilkada serentak diikuti oleh 219 orang  yang terpilih menjadi tim relawan quick count, sesuai dengan jumlah TPS di Kota Mojokerto. Mereka umumnya berasal dari beberapa organisasi kepemudaan dan peserta adalah pengimput data dari warga masyarakat sekitar TPS. Maksud dan tujuan kegiatan tersebut untuk meningkatkan peran aktif peserta pengimput data hasil pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur serta  pemilu Walikota dan Wakil Walikota tahun 2018 serta untuk meningkatkan hasil pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur serta pemilu Walikota dan Wakil Walikota tahun 2018.

Dalam kegiatan pembekalan yang berlangsung sehari tersebut peserta dibagi dalam 2 (dua) tahap. Tahap I diikuti oleh 95 orang tim relawan pemantauan logistis dan hitung cepat pilkada serentak dari Wilayah Kecamatan Magersari dan tahap II diikuti oleh 124 orang dari wilayah Kecamatan Kranggan dan Prajuritkulon. Peserta mendapatkan penjelasan tentang sistem Quick Count dari 2 nara sumber yang dihadirkan dosen Unesa Dr. Muhammad Jacky, S.Sos, M.Si dan Tim Data dan Informasi  LPPM Unesa Moch. Suyanto.  

Sebelum diterjunkan ke lapangan para relawan diberi pembekalan seputar teknik dan metodologi quick count. Masing-masing relawan juga diberikartu perdana / nomor perdana sandi / kode wilayah TPS tempat mereka mengambil sampel hasil suara. Kelengkapan administrasi lainnya untuk memudahkan tugas  seperti surat tugas, Form A untuk perhitungan suara pilwali dan Form B perhitungan suara pilgub. Diharapkan semua tim relawan pemantauan logistis dan hitung cepat pilkada serentak bekerja dengan baik, jujur dan integritas yang tinggi.(My).