blog-image

Sosialisasi ini kita gelar guna menertibkan, menata dan memuktahirkan data kependudukan Bapak dan Ibu. Hal ini merupakan kewajiban dan tanggung jawab kami sebagai pemerintah untuk mempemudah kepengurusan dokumen kependudukan,” ungkap Akhmadi, SH, MH, Sekretaris  Dispendukcapil Kota Mojokerto  pada hari Kamis, (6/9/2018) kemarin, bertempat di Pendopo Graha Praja Wijaya dalam acara Sosialisasi Kebijakan Penduduk dan Pencatatan Sipil Bagi Masyarakat wilayah Kecamatan Kranggan, diikuti oleh 188 Ketua RT, hari Rabu tanggal 5 September 2018 diikuti oleh 188 Ketua RT se Wilayah Kecamatan Prajurit Kulon dan hari Selasa tanggal 4 September 2018 untuk wilayah Kecamatan Magersari.  Sosialisasi yang digelar tersebut disambut dengan antusias pertanyaan warga terkait pengurusan KTP elektronik, perubahan status KTP dan kepengurusan akte kelahiran.

Menurut Hasta Priyangga, Kepala Bidang Pelayanan Kependudukan selaku narasumber menyampaikan walaupun segala bentuk pelayanan kengurusan kependuduk sudah digratiskan warga  Kota Mojokerto masih setengah dari penduduk Kota Mojokerto belum memiliki akte kelahiran. Untuk itu supaya semua warga Kota Mojokerto memiliki akte kelahiran maka ibu hamil hendaknya mengurus surat keterangan lahir ke Kelurhan masing-masing minta nomor regristasi dengan nama dikosongkan. Selanjutnya bidan atau rumah sakit yang sudah bekerja sama dengan Dispendukcapil Kota Mojokerto sehingga ketika anak lahir suaminya dapat menyerahkan berkas ke rumah sakit atau ke bidan diupayakan ibu sebelum keluar dari rumah sakit akte kelahiran sudah jadi.

Ditambahkan Hasta untuk tahun 2019 pihaknya bekerja sama dengan Dinas Pendidikan siswa baru yang akan masuk sekolah ke Sekolah Dasar (SD), SMP dan SMA wajib memiliki Kartu Identitas Anak (KIA), dan akte kelahiran. Oleh karenanya orang tua diharapkan apabila anaknya belu memiliki KIA dan akte kelahiran jauh-jauh hari harus segera diurus. Mengapa diberlakukan syarat-syarat tersebut karena sering kali yang terjadi nama ijazah tidak sesuai dengan akte kelahiran sehingga menjadi masalah di kemudian hari. Untuk itu acara sosialisasi kebijakan penduduk dan pencatatan sipil bagi masyakat saya titp pesan kepada ketua RT/RW untuk itu   “Kami mengajak Bapak dan Ibu untuk mengurus kelengkapan  administrasi kependudukan sesuai dengan data yang terbaru. Perlu diketahui, semua kepengurusannya gratis tanpa dipungut biaya,” tutur Hasta Priyangga  Kabid Pelayanan Kependudukan.

Sebagai tambahan jika di masyarakat masih ada warga memiliki surat keterangan KTP segera diambil dan dialihkan ke KTP Elektronik dan penduduk yang belum melakukan perekaman wajib datang ke Dispendukcapil karena ada pengambilan sidik jari. Diakhir acara, pihak Disdukcapil melakukan diskusi tanya jawab tentang masalah yang dihadapi  Semoga dengan adanya sosialisasi ini, seluruh warga Kota Mojokerto  dapat memahami jenis dokumen yang dibutuhkan dan proses pengurusan administrasi kependudukan akan dipermudah apabila semua berkas lengkap.(My).